1. Mengapa perlu dilakukan penataan profesi guru? Jelaskan argumentasi anda !
JAWAB : Menurut pendapat saya, perlu
dilakukannya penataan profesi guru yaitu agar guru lebih meningkatkan dan
mengembangkan keprofessionalannya di dalam mengajar. Hal itu karena guru
merupakan tenaga penggerak utama di sekolah dan jumlahnya yang paling banyak
jika dibandingkan dengan tenagan kependidikan lainnya sehingga guru
disini memiliki peran yang sangat vital guna mencapi tujuan keberhasilan
pendidikan. Selain itu seperti yang kita ketahui, yaitu seiring dengan majunya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan tuntutan masyarakat
yang cepat saat ini, menyebabkan tugas guru yang semakin kompleks dan menantang
, sehingga guru dituntut agar mengikuti perkembangan dan persyaratan atau
tuntutan baru dari masyarakat tersebut, dengan kondisi tersebut, maka dengan
adanya penataan profesi guru, diharapkan guru memiliki performansi yang utuh
sebagai pendidik yang memiliki keempat kompetensi sebagai syarat menjadi guru
profesional, bukan hanya mendasarkan pada kemauan-kemauan atau kemampuan
semata-mata.
2. Mengapa dalam era global ini perlu dilakukan penataan ulang profesi guru?
Jelaskan dari berbagai sudut pandangan !
JAWAB : Dalam rangka menghadapi era global yang
diperkirakan ketat dengan persaingan disegala bidang kehidupan, khususnya dunia
kerja yang semakin kompetitif, tidak ada alternatif lain selain berupaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui upaya peningkatan mutu
pendidikan di setiap jenjang pendidikan. Guna tercapainya tujuan dimaksud
selain harus didukung pengembangan program dan kurikulum serta berbagai macam
model penyelenggaraan pembelajaran siswa yang telah diamanatkan oleh Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional serta dipengaruhi
perubahan perkembangan yang semakin cepat, maka peningkatan mutu atau kualitas
pendidikan sangat ditentukan oleh guru yang profesional atau dalam
perkataan lain profesionalisme guru merupakan pilar utama dalam peningkatan
mutu pendidikan.
Menurut
Adler (1982) dalam buku Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar oleh
Ibrahim Bafadal (2003: 4), guru merupakan unsur manusiawi yang sangat
menentukan keberhasilan pendidikan. Guru merupakan unsur manusiawi yang sangat
dekat hubungannya dengan anak didik dalam upaya pendidikan sehari-hari di
sekolah. Dalam latar pembelajaran di sekolah pernyataan tersebut sangat
tergantung kepada tingkat profesionalisme guru. Jadi, diantara keseluruhan
komponen pada sistem pembelajaran di sekolah ada sebuah komponen yang paling
esensial dan paling menentukan kualitas pembelajaran yaitu guru. Oleh karena
itu, tidak berlebihan kiranya bilamana dihipotesiskan bahwa peningkatan mutu
pendidikan berbasis sekolah tidak mungkin ada tanpa peningkatan profesionalisme
para gurunya.
Mengingat
betapa pentingnya peran guru dalam pendidikan khususnya dalam peningkatan mutu
pendidikan, maka perlu diketahui bagaimana guru dikatakan profesional, bagaimana
implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar, serta bagaimana upaya-upaya
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru.
3. Mengapa penataan profesi guru menuntut harus dimilikinya minimal ijazah
S1/D4? Berikan argumentasi yang rasional !
JAWAB : Alasan
mengapa penataan profesi guru minimal harus memiliki ijazah S1/D4, karena hal
tersebut bertujuan agar para guru selalu dapat mengikuti perkembangan keilmuan,
terutama yang berhubungan/berkaitan dengan bidang profesinya, sehingga selalu
dapat memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang
dilayaninya.(Sulthon, 2010:31). Selain itu karena dengan ijazah S1 menandakan bahwa ia
mendapatkan pendidikan yang profesional atau ahli dibidangnya, memiliki
kualitas yang sangat baik di dalam mengajar, sebab pada saat menjalani
pendidikan S1 dia pasti mendapatkan pengetahuan tentang microteaching dan PPL,
hal tersebutlah yang mampu menjadikan seorang guru yang profesional dengan
menguasai 4 kompetensi yang menjadi persyaratannya, yakni
: kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi personal, dan kompetensi
profesional.
4. Mengapa seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi supervisi
akademik? Jelaskan argumentasi anda !
JAWAB : Menurut
pendapat saya, alasan mengapa seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi
supervisi akademik yaitu agar dia dapat membina dan mengembangkan guru agar
dapat mencapai peningkatan dalam kemampuan mengajar dan dalam rangka
meningkatkan profesionalisme guru (Sulthon 2010:26). Sehingga hal itu nantinya
dapat meningkatklan kinerja guru dalam pembelajarannya. Dan diharapkan dengan
meningkatnya kenerja guru tersebut dapat dicapai kemajuan pendidikan di sekolah
secara kontinyu. Jadi dengan kompetensi yang dimiliki tersebut diharapkan
kepala sekolah dapat menjalankan tugas dan fungsinya yang dapat menunjang atau
bahkan memajukan pendidikan disekolah.
5. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman anda (dari hasil membaca buku dan
hasil observasi), apa sebenarnya tugas seorang pengawas sekolah? Jelaskan !
JAWAB : Secara
umum tugas seorang pengawas sekolah yaitu menilai dan membina penyelenggaraan
pendidikan pada sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Menilai dan membina tersebut
berhubungan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi supervisi, yaitu supervisi
akademik maupun supervisi manajerial didalam sekolah yang bersangkutan. Selain
menilai dan membina yang berhubungan dengan pelaksanaan supervisi, tugas kepala
sekolah yaitu, melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, yang mana
didalamnya mencakup kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh
staf yang ada di lingkungan sekolah, mengadakan evaluasi dan melakukan
monitoring/ meninjau pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya,
melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah
secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah dan yang terakhir yaitu memberi
nasehat. Memberi nasehat disini sangat luas, misalnya memberi nasehat kepada
guru mengenai bagaimana itu pembelajaran yang efektif, memberi nasehat kepada
kepala sekolah yang memiliki tugas dan fungsi yang sangat vital di dalam
mengelola pendidikan di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya, memberi
nasehat kepada tim kerja dan staf sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah,
dan terakhir yaitu memberi nasehat kepada orang tua peserta mengenai apa
saja yang dilakukan dan diberikan berhubungan dengan peserta didik selama menjalani
proses pengembangan dirinya.
6. Mengapa layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah disebut sebagai tugas
profesional? Jelaskan argumentasi anda !
JAWAB : Menurut
pendapat saya layanan bimbingan dan penyuluhan disebut sebagai tugas
profesional karena untuk melaksanakan tugas tersebut khususnya melakukan
pembimbingan sangat dibutuhkan sekali suatu keahlian khusus dan pengalaman yang
luas yang berhubungan dengan bidang profesinya yaitu membimbing. Dan keahlian tersebut harus
dilandasi dengan dasar keilmuan. Jadi keahlian tersebut hanya ada atau dimiliki
lulusan pendidikan yang berhubungan dengan program bimbingan dan nantinya akan
menjadi seseorang yang menguasai bidang bimbingan. Sehingga hal tersebut
menyebabkan pelayanan pembimbingan dan penyuluhan disekolah dapat berjalan
dengan baik yaitu berperan penting dalam membantu pemecahan permasalahan yang
muncul pada siswa yang tidak bisa diselesaikan bersama guru sehingga tidak
mengganggu jalannya proses pendidikan.
7. Apakah keunggulan kepemimpinan responsive? Jelaskan !
JAWAB : Kepemimpinan responsive yaitu
merupakan salah satu bentuk kepemimpinan yang berorientasi pada pembagian tugas
tanggung jawab yang adil kepada orang-orang yang dipimpin (Sulthon, 2010:198).
Kepemimpinan tersebut sangat tegas dalam menyatakan mengenai perlunya membagi
tugas dan tanggung jawab guna meningkatkan kohesivitas suatu organisasi
sekaligus menciptakan kenyamanan didalam organisasi. Selain itu kepemimpinan
ini mengarah pada keterbukaan dan menanggapi serta menindaklanjuti kemauan dari
bawahan. Hal tersebut menyebabkan kepemimpinan responsive memiliki manfaat yang
positif didalam suatu organisasi, dimanan semua orang dalam organisasi akan
saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing , saling mengingatkan,
saling mengawasi, saling membantu, dan saling menerima antar anggota dalam
organisasi, semua hal tersebut tejadi karena sifatnya yang terbuka dan memiliki
tanggung tanggung jawab yang kuat di dalam organisasi.
8. Orientasi supervisi manakah yang lebih cocok diterapkan di sekolah
Menengah? Jelaskan argumentasi anda !
JAWAB : Menurut pendapat saya,
orientasi supervisi yang lebih cocok diterapkan di sekolah menengah yaitu
orientasi supervisi kolaborasi, hal ini karena dalam supervisi kolaboratif
tersebut menampakkan suatu interaksi yang berimbang atau kerjasama yang baik
antara supervisor dan guru. Sehingga nantinya interaksi yang terjadi tersebut
dapat meningkatkan hubungan emosional yang baik antar keduanya, hal itu tidak
menutup kemungkinan yaitu tercapainya tujuan pendidikan sekolah secara
signifikan. Pada orientasi ini perilaku supervisi yang menonjol dari
supervisor yaitu “presenting, problem solving
dan negotiating”. Di sini supervisor mendengarkan dan memperhatikan
keprihatinan guru terhadap masalah perbaikan mengajarnya dan gagasan untuk
mengatasi masalah perbaikan tersebut. Selain itu supervisor meminta penjelasan
kepada guru pakah ada hal kurang di pahami, sehingga nantinya dapat mendorong
guru untuk mengaktualisasikan inisiatif untuk memecahkan masalahnya. Hal
tersebut mengakibatkan pendekatan kolaboratif ini merupakan salah satu
pendekatan yang paling banyak disukai oleh guru.
9. Menurut anda, bagaimanakah cara meningkatkan profesionalisme pengawas
sekolah? Jelaskan jawaban anda !
JAWAB : Menurut
saya untuk meningkatkan profesionalitas pengawas sekolah yaitu dilakukan
penataan terhadap profesi pengawas sekolah, tidak hanya guru dan kepala sekolah
sehingga diharapkan dapat dicapainya kemajuan pendidikan yang sangat
signifikan. Adapun penataan profesi pengawas sekolah dalam upaya meningkatkan
kepfofesionalitasnya, dapat dijabarkan sebai berikut: 1) Penjejangan karier
yang jelas untuk menduduki jabatan pengawas sekolah, 2) Pendidikan prajabatan
yang jelas bagi pengawas agar lebih menguasai dan berpengalaman di bidangnya,
3) System rekruitmen tenaga pengawas sekolah yang harus selektif , sehingga
benar-benar terpilih pengawas sekolah yang baik dan menguasai bidangnya, dan 4)
Kejelasan kewenangan bagi seorang pengawas dalam urusan kepegawaiaan.
10. Untuk pengembangan profesi Guru dan konsistensi dalam profesionalisme guru,
pemerintah menetapkan kebijakan tentang PKB. Pertanyaannya adalah:
a. Apakah yang dimaksud dengan PKB?
JAWAB : PKB ini
merupakan konsekuensi logis dan yuridis dari diakuinya jabatan guru sebagai
jabatan profesional. Sejak diberlakukan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005
tentang guru dan dosen, maka secara resmi guru telah diakui sebagai jabatan
profesional. Dengan diakuinya jabatan guru sebagai jabatan profesional
tersebut, maka tuntutan kewajiban, dan hak-hak guru juga meningkat. Salah satu
tuntutan kewajiban guru profesional adalah bahwa setiap guru harus melakukan
pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) . Pengembangan keprofesian berkelanjutan mencakup
kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang didesain untuk
meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan. Melalui siklus evaluasi, refleksi pengalaman belajar,
perencanaan dan implementasi kegiatan pengembangan keprofesian guru secara
berkelanjutan, maka diharapkan guru akan mampu mempercepat pengembangan
kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian untuk kemajuan
karirnya.
Lebih
lanjut akan dijelaskan tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan secara
terperinci mulai dari pengertian, aspek-aspek PKB, tujuan PKB dan bentuk-bentuk
PKB.
b. Apakah tujuan dilaksanakan PKB?
JAWAB : Tujuan
umum dilaksanakannya PKB adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan
disekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan tujuan
khusus PKB tersebut adalah : 1.) memfasilitasi guru untuk mencapai standar
kompetensi profesi yang telah ditetapkan. 2.) Memfasilitasi guru untuk terus
memutakhirkan kompetensi yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi
tuntutan kedepan berkaitan dengan profesinya. 3.) memotivasi guru-guru untuk
tetap memiliki komitmen melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga
profesional. 4.) mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat dan
kebanggaan kepada kepada penyandang profesi guru.
c. Mengapa pemerintah perlu melakukan kebijakan PKB bagi para guru ? jelaskan
!
JAWAB : karena
dengan adanya kebijakan PKB, pemerintah mampu memetakkan kualitas layanan
pendidikan sebagai upaya pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja guru
serta dalam rangka mewujudkan dalam pemberian pelayanan pendidikan yang
berkualitas antara sekolah sejenis dan setingkat.
Seperti Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya, jenis kegiatan PKB sebagai berikut.
a. Pengembangan diri
1. Diklat fungsional
2. Kegiatan kolektif guru
b. Publikasi ilmiah
1. Presentasi pada forum ilmiah
2. Publikasi ilmiah atas hasil
penelitian atau gagasan ilmu di bidang pendidikan formal.
3. Publikasi buku pelajaran, buku
pengayaan dan pedoman guru
c. Karya Inovatif
1. Menemukan teknologi tepat guna
2. Menemukan/menciptakan karya seni
d. Bagaimana ruang lingkup PKB?
JAWAB : Berdasarkan
panduan PKB (Kemendikbud, 2012), lingkup kegiatan PKB bagi guru dapat meliputi
unsur-unsur yang bersifat internal sekolah, eksternal, antar sekolah maupun
melalui jaringan virtual. Secara lebih rinci lagi, kegiatan PKB yang dapat
dilakukan di dalam sekolah secara mandiri, dan melalui jaringan seperti : 1.)
kegiatan KKG/MGMP ; 2.) Pelatihan/seminar / lokakarya sehari atau lebih ; 3.)
kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb; d.) menngundang
narasumber dari sekolah lain, komite
sekolah, dinas pendidikan, pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi lain
yang relevan.
e. Apakah kendala pelaksanaan PKB tersebut? Jelaskan !
JAWAB : Pada setiap tahun, guru akan dinilai kinerjanya melalui Penilaian Kinerja Guru (PKG)oleh seorang asesor PKG. PKG adalah penilaian dari tiap butir
kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan
jabatannya (Kemendikbud,2012b:5). Disamping itu, setiap guru juga mengikuti program Pengembangan
Keprofesian Kerkelanjutan (PKB) secara mandiri, di sekolah, di
KKG/MGMP, dan atau di lembaga Diklat. PKB bagi guru memiliki tujuan untuk
meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan. Nilai PKG dan PKB yang diperoleh diakumulasi
menjadi angka kredit yang diperoleh untuk tahun tersebut.
PKB guru dapat
diperoleh dari kegiatan melaksanakan pengembangan diri, membuat publikasi
ilmiah, dan atau membuat karya inovatif. Dalam membuat publikasi ilmiah,
seorang guru diharapkan mampu membuat penelitian, dapat berupa penelitian tindakan kelas, penelitian
eksperimen, atau penelitian diskriptif. Sangat disarankan seorang guru membuat
Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena dengan PTK, guru dapat memperbaiki
kualitas pembelajarannya, dan melalui PTK diharapkan mampu mendongkrak prestasi
belajar siswanya. Disamping itu, PTK meningkatkan profesionalisme sesama guru,
karena PTK mempersayaratkan melakukan kolaborasi bersama guru lain.
Tidaklah mudah
bagi sebagian besar guru untuk membuat publikasi ilmiah dan karya inovatif,
indikatornya bahwa sebagian besar atau 42,31% guru saat ini menumpuk di pangkat
golongan IV-a. Dikhawatirkan dengan pelaksanaan Permenpan-RB Nomor 16 Tahun
2009, pangkat guru menumpuk pada golongan III-b, karena mulai golongan III-b,
seorang guru sudah diwajibkan untuk membuat publikasi ilmiah dan atau karya
inovatif, diantaranya adalah PTK.
11. Buatlah deskripsi, bagaimanakah profile guru ideal di Indonesia dalam era
global ini ! uraikan kompetensi ideal yang harus dimiliki dan uraikan
persyaratan ideal apa yang harus dipenuhi oleh guru dalam era global saat ini !
JAWAB : Guru
ideal adalah guru yang profesional, artinya mampu menguasai ilmunya dengan baik
dan mampu menyalurkan secara baik pula kepada orang lain dengan keahlian yang
dimilikinya, mampu mengikuti atau menyesuaikan terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan perubahan-perubahan yang diharapkan oleh
masyarakat, memiliki wawasan atau ilmu pengetahuan yang luas dan mampu
menguasai kompetensi yang menjadi syarat untuk menjadi guru dengan baik yang
mana terdiri dari 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi profesional, 3)
kompetensi personal dan 4) kompetensi sosial . Selain itu guru yang ideal
adalah guru dimana dalam melakukan penyampai sangat baik, kredibel, dan
cerdas, cerdas disini artinya kemampuan apa yang dimilikinya dapat terpancar
dengan jelas dari karakter dan perilakunya sehari-hari. Baik ketika mengajar, ataupun
dalam hidup ditengah-tengah masyarakat. kecerdasan tersebut diantaranya mencakup
kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan social, kecerdasan
emosional, kecerdasan motorik. Juga tidak kalah penting yaitu mampu menjadi
teladan atau sosok yang baik dan berwibawa bagi muridnya, sehingga nantinya
murid yang bersangkutan merasa senag dan kemungkinannyandapat meniru sikap baik
tersebut.
12. Akhir-akhir ini peran manusia banyak digantikan oleh teknologi, termasuk
dalam hal pembelajaran. Bagaimana pendapat anda, apakah dengan kemajuan
teknologi ini peran guru dalam mendidik anak dapat juga digantikan oleh
komputer? Jelaskan pendapat anda dengan berbagai alasan yang berkaitan dengan
teori pendidikan. Untuk itu sebelum menjawab, anda perlu membaca hal-hal yang
berkaitan dengan masalah ilmu pendidikan.
JAWAB : Menurut pendapat saya kemajuan
teknologi dalam hal pembelajaran tidak dapat menggantikan peran guru sebagai
seorang pendidik, karena teknologi seperti komputer, LCD, dan alat-alat
elektronik lainnya hanya berperan sebagai media dalam pembelajaran. Karena jika
pembelajaran di gantikan oleh teknologi maka tidak akan sesuai dengan subtansi pengertian
pembelajaran.yakni :
1. Undang-Undang No.20 Tahun
2003 Tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20
Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
2.Dimyati&Mudjiono
Pembelajaran merupakan aktivitas pendidik atau guru secara terprogram melalui desain instruksional agar peserta didik dapat belajar secara aktif dan lebih menekankan pada sumber belajar yang disediakan.
Pembelajaran merupakan aktivitas pendidik atau guru secara terprogram melalui desain instruksional agar peserta didik dapat belajar secara aktif dan lebih menekankan pada sumber belajar yang disediakan.
3. Warsita
Pembelajaran merupakan suatu bentuk usaha dalam membuat peserta didik agar mau belajar atau suatu bentuk aktivitas untuk membelajarkan peserta didik.
Pembelajaran merupakan suatu bentuk usaha dalam membuat peserta didik agar mau belajar atau suatu bentuk aktivitas untuk membelajarkan peserta didik.
Maka dan peran guru yang tugasnya mendidik maka dan
menghasilkan generasi berkarakter melalui Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan
pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,
metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman. Pentingnya pendidikan
karakter untuk melahirkan suatu tatanan budaya bangsa yang memiliki sikap-sikap
terpuji guna membangun bangsa yang lebih maju dan makmur, dan semua itu di
mulai dari pendidikan yang ditanamkan kepada anak (generasi penerus bangsa).
13. Dijaman modern ini dikenal dengan jaman instant. Hal ini ternyata
berpengaruh juga dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Banyak orang tua dan
guru yang menginginkan anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dengan cepat
pula. Untuk merespon hal tersebut, banyak sekolah menyelenggarakan pendidikan
AKSELERASI. Bagaimana pendapat anda tentang pendidikan akselerasi tersebut.
Anda harus menentukan sikap setuju atau tidak setuju, dan kemudian anda harus
menjelaskan alasannya dari berbagai sudut pandang. Paling tidak alasan anda
harus bertolak dari sudut pandang ilmu pendidikan dan psikologi, namun juga
dapat ditambah alasan lainnya.
JAWAB : Kita
ketahui bahwa akselerasi adalah program Pengertian Akselerasi.
Program percepatan belajar (akselerasi) adalah program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang
memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan penyelesaian waktu belajar
lebih cepat/ lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, pada setiap jenjang pendidikan. Namun hal
tersebut memiliki dampak yang buruk pada perkembangan peserta didik, di mulai
dari tekanan tugas yang banyak, masa studi yang cepat, dan harus memahami
banyak teori dalam waktu yang lebih cepat dari sekolah normalnya, dan hal itu
dapat mempengaruhi psikologis anak, dimana mereka akan mengalami stress sekolah
(dimana tuntutan tugas sekolah yang terlalu banyak dan membuat stress peserta
didik), dan hal itu dapat menimbulkan rasa tidak semangat belajar, lelah, dan
jenuh terhadap materi belajar, bahkan bisa mengganggu kehidupan sosialnya
seperti seperti kurangnya berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Dan
menyebabkan anak akselerasi memiliki masalah emosi yang labil dan introvert ,
sebenarnya adanya program Akselerasi adalah sebagai sarana/wadah bagi mereka
yang memiliki kemampuan berfikir (berintelegensi tinggi) diatas rata-rata. Namun,
berdasarkan peraturan pemerintah tahun 2013, program akselerasi telah dihapus,
dan di ganti dengan program SKS (Sistem kredit semester), yakni asistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta
didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti
setiap semester pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada
SKS dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar 1 (satu)
sksmeliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur,
dan satu jam kegiatan mandiri. Dan hal tersebut sebagai
solusi dari dihapusnya sistem akselerasi.
14. Mengapa dalam era global ini diperlukan pendidikan karakter bagi siswa
kita? Berilah argumentasi yang rasional !
JAWAB : Karena, Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang
di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi
selanjutnya.Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan
diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju
kearah hidup yang lebih baik. Kita ketahui perkembangan di era global tidak
dapat dipungkiri oleh setiap bangsa, semua dapat tersebar begitu cepat dan
luas, dan semua budaya dari luar dapat begitu mudahnya masuk ke dalam
kebudayaan bangsa. Dan hal tersebut sangat berbahaya dikhawatirkan budaya luar
yang masuk dan terkadang bersifat buruk, dapat menggerus budaya dan nilai moral
bangsayang menjunjung tinggi nilai-nilai karakter bangsa seperti semangat
gotong royong, toleransi, simpati dan lain-lain. Adanya pendidikan karakter
sangat diperlukan untuk membangun budaya bangsa yang terintegritas dan mandiri.
15. Apakah hubungan antara pendidikan karakter dengan kemajuan pendidikan suatu
bangsa? Berilah deskripsi yang rasional !
JAWAB : Pendidikan Karakter merupakan
bentuk kegiatan manusia yang
di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi
selanjutnya.Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan
diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju
kearah hidup yang lebih baik. Dengan adanya pendidikan karakter yang diterapkan
disetiap sekolah di indonesia, mampu memberikan kemajuan yang besar bagi
pendidikan di setiap pelosok negeri. Contoh lain dari pentingnya penerapan
pendidikan bangsa adalah perlunya ditanamkan karakter disiplin dan jujur, jika
penanaman karakter (nilai moral) sejak dari kecil dan hal tersebut dibiasakan,
maka akan membentuk suatu individu yang memiliki kepribadian unggul dan berkarakter,
jika hal itu terjadi pada setiap individu disuatu bangsa, maka bangsa tersebut
akan maju dan hal itu dapat di jadikan indikator kemajuan pendidikan suatu
bangsa. Jadi pendidikan karakter sangat berhubungan erat dengan kemajuan
pendidikan suatu bangsa.
16. Mengapa pendidikan karakter yang diterapkan
secara terpisah dengan bidang studi tidak dapat berdampak secara optimal dalam
pembentukan karakter peserta didik? Jelaskan !
JAWAB : Karena pendidikan karakter itu bisa
dikatakan sebagai tindakan moral, sehingga pendidikan karakter ini dapat
membentuk sikap pribadi siswa yang didalamnya untuk menyempurnakan diri di dalam
setiap indivu. Dan penerapan pendidikan berkarakter haruslah dilakukan secara
berturut-turut guna menghasilkan individu yang baik. Dan peran guru dari setiap
mata pelajaran haruslah menyisipkan
pendidikan karakter di setiap pengajarannya, seperti : penerapan sikap
disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, dan hal itu di lakukan pengulangan
terus menerus di setiap pengajaran. Oleh karena itu pendidikan karakter
seharusnya tidak dipisahkan dengan bidang-bidang yang lain.
17. Bagaimanakah model pendidikan karakter yang tepat bagi siswa pada jenjang
sekolah menengah atas?
JAWAB : Menurut saya model yang baik dalam memberikan pendidikan
karakter untuk sekolah menengah atas yaitu model pendekatan komprehensif, yaitu pendidikan karakter yang diintegrasikan ke
dalam semua kegiatan di sekolah baik kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Model
pendidikan tersebut mampu membangun karakter religius, jujur, disiplin, kerja
keras, kreatif, mandiri, menghargai prestasi, cinta damai, peduli sosial,
dan tanggung jawab peserta didik dengan baik. Karakter yang ditanamkan di
sekolah masih melekat kuat pada diri peserta didik sampai mereka menempuh
pendidikan di Perguruan Tinggi dan berada di tengah-tengah masyarakat.
Pendidikan karakter ternyata juga mampu meningkatan prestasi belajar di bidang
akademik. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa ketaatan menjalankan
ibadah berpengaruh terhadap kesabaran, sopan santun, kejujuran, kerajinan dan
ketekunan, sikap pantang menyerah, kemandirian, serta tanggung jawab. Sikap dan
perilaku jujur berpengaruh terhadap kuatnya komitmen seseorang. Sikap menghargai
prestasi, mau mengakui dan menghargai keberhasilan orang lain berpengaruh pada
kreativitas seseorang. Sikap dan perilaku sabar, sopan santun, dan menghargai
orang lain yang berbeda agama berpengaruh terhadap karakter cinta damai dan
kepedulian sosial
18. Metode apakah yang paling tepat digunakan dalam memberikan pendidikan
karakter disekolah pada jenjang SMA?
JAWAB : Metode yang di
terapkan di SMA dapat dilakukan Karakter religius yaitu
diterapkan ke dalam setiap mata pelajaran, khususnya Agama dan Pendidikan
kewarganegaraan. Karakter disiplin yaitu masuk kelas tepat waktu. Karakter
jujur yaitu siswa mengerjakan soal ulangan dengan jujur. Penerapan mandiri
dengan memanatu pekerjaan siswa. Penerapan Pendidikan Karakter Siswa dalam
Kegiatan Ekstrakurikuler yaitu: Karakter mandiri yaitu dalam kegiatan OSIS dan
kepramukaan. Karakter peduli lingkungan yaitu kegiatan KIR (Karya Ilmiah
Remaja). Karakter peduli sosial yaitu mengadakan kegiatan bakti sosial.
Karakter semangat kebangsaan yaitu melatih siswa untuk menerapkan sifat
patriotik dalam kegiatan PASKIBRA. Kegiatan pembiasaan yaitu siswa harus
membiasakan salam, senyum, sapa bila bertemu guru.
19. Apakah indikator yang menunjukkan, bahwa pendidikan karakter di Indonesia
mengalami kegagalan? Jelaskan !
JAWAB : Ya, Indikator yang menunjukkan bahwa
pendidikan karakter di Indonesia mengalami kegagalan adalah masih merajalelanya
tindak pidana korupsi yang seakan mustahil untuk dibasmi. Korupsi merupakan tindakan yang sangat menyimpang
dari norma yang ada dalam masyarakat. Akan tetapi, pelaku korupsi bukanlah
orang-orang yang bodoh atau hanya ikut-ikutan. Mereka semua itu adalah
orang-orang pintar dan cerdas dalam intelektual, namun ”nol” dalam
pribadi/karakter yang telah mereka dapatkan sejak dini. Ini jelas membuktikan bahwa
bobroknya bangsa ini, adalah karena pendidikan karakter yang sangat minim atau
bahkan gagal diterapkan dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan lainnya.
Selain itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI)
Indonesia yang masih rendah dimana berada di urutan 111 dari 181 negara di
dunia. HDI yang merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidupuntuk semua negara seluruh dunia yang digunakan untuk
mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang, membuat Indonesia masih berada di taraf Negara berkembang. Hal
ini merupakan bukti nyata bahwa pendidikan di Indonesia masih gagal
20. Bagaimanakah konsep pendidikan karakter menurut Undang-undang No. 20/2003?
Jelaskan !
JAWAB : UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas menyatakan
bahwa Pendidikan Nasional Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Menurut UU nomor 20 tahun 2003
disebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jika dipahami lebih jauh,
dalam UU ini sudah mencakup pendidikan karekter. Misalnya pada bagian kalimat
terakhir dari defenisi pendidikan dalam UU tentang SISDIKNAS ini, yaitu
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar